Yuk Simak Usaha Sukses Hijab Sulam Tangan  Leony Agus Setiawati

Yuk Simak Usaha Sukses Hijab Sulam Tangan Leony Agus Setiawati

Ketidakberhasilan Leony Agus Setiawati justru semakin memperdalam teknik pembuatan produknya. Dia adalah pemilik Azka Collection. Hijab yang mempunyai keunikan dibandingkan usaha sejenis. Menggunakan teknik sulam menyulam, kini ia sudah punya banyak agen dan bisnisnya cemerlang sampai ke luar negeri.
Kegagalan sudah biasa dirasakannya.Pernah bangkrut, adalah titik terendah yang pernah dialaminya namun ia tidak mau menyerah. Berawal dari jualan busana muslim. Alumni IPB ini bisa menjelma menjadi pengusaha. Produksi dikembangkan sedikit- demi sedikit sejak tahun 2001 lalu.
Dari sekedar berjualan, Leony mulai membangun butik sendiri pada 2008 -nya. Setahun kemudian dia menggeluti dunia konveksian. Kurangnya jiwa entrepreneurship atau kepemimpinan dirasakan menjadi satu titik lemah ketika menjalani usaha.
Pada waktu awal membuka usaha,   dengan dibantu sang suami usaha jualan aneka hijab berjalan lumayan. Selain mau mandiri dalam keuangan. Satu keinginan besar lainnya Leony ingin jadi pengusaha. Ingin membuat sesuatu yang berbeda. Kebetulan Leony memang tertarik akan dunia fasion.

Tantangan awal yang harus dihadapi adalah dia harus menjahit. Padahal dia tidak bisa menjahit pakaian. Akhirnya dia mulai mempekerjakan penjahit untuk menjahitkan. Bisnis yang semula bernama Azkasyah, pada 2002, sempat pindah ke tempat lebih strategis lewat pinjaman modal dari orang tua.

Tahun 2004 Azkasyah terlilit hutang pinjaman dan gagal bayar. Akhirnya Leony menjual semua aset termasuk mesin jahit. Semua untuk menutupi hutang hingga tersisa hanya Rp.1 juta saja. Tahun 2008 berbekal uang sejuta dijadikan usaha kembali. Uang 800 ribu buat membeli mesin jahit bekas sisanya untuk membeli kain kiloan.

Ia menemuka ide usaha inovatif yaitu menggunakan teknik sulaman. Bagaimana caranya menggabungkan hijab dengan  menyulam ?. 4 tahun sudah dia berbisnis di Tajur, Bogor. Akhirnya kembali bangkrut, dan hanya menyisakan uang Rp.1 juta. Dari kegagalan inilah justru ia menemukan inspirasinya.

Bisnis pakaian muslim Leony terinspirasi dengan menggunakan sulam tangan. karena belum banyak pengusaha memanfaatkan teknik tersebut. Tidak ingin kehilangan kesempatan dia langsung membeli mesin jahit lagi. Dengan dibantu oleh 4 orang pegawai, dia memasarkan bisnisnya dengan sistem konsinyasi, dititip ke beberapa toko pakaian.
BACA JUGA : Usaha Jahit Pakaian Pandu Baru, Sudah Melegenda Sejak 40 Tahun Yang Lalu
Bisnis bernama Azka kemudian mulai bangkit. Pesanan sudah mulai datang sendiri. Keunikan teknik sulam tangan ternyata mendatangkan banyak peminat masyarakat membeli. Leony mulai mempekerjakan ibu- ibu rumah tangga yang ingin punya penghasilan.

Ia mulai merekrut ibu- ibu rumah tangga di desa yang masih terampil tetapi jenjang pendidikan rendah. Ia melihat kelebihan mereka dibanding ibu- ibu lainnya. Kelompok masyarakat yang dianggap rendah, dan tidak bisa diserap oleh kebutuhan industri besar. Ibu tiga anak ini telah memberdayakan 700 orang tenaga sulam.

Ditambah dengan saudaranya yang pandai menyulam, Leony terus bersemangat membesarkan bisnis hijab miliknya sendiri. Seorang pelanggan menyarankan dia untuk ikutan pembinaan Kementrian Koperasi dan UKM. Dari situ ia langsung mendirikan CV. Azka Syahrini. Rajin ikutan pameran maka merek Azka Collection mulai dikenal masyarakat luas. Akhirnya Leony memakai penjualan sistem agent biar lebih cepat.

Kecepatan produksi dipikirkan betul. Dia giat merekrut orang menjadi agennya. Margin laba bahkan sampai 40% agar para agent bersemangat. Dia mulai menambah tenaga kerja untuk mengimbangi ratusan agent. 
 
 
Mengajak kerja sama ibu- ibu desa ternyata tidak seperti yang ia bayangkan. Beberapa orang berpikir Leony punya niat buruk kepada mereka.Ini terbukti dari mobil yang dibaret ketika Leony berkunjung. Di sebuah desa, di kawasan Bogor, Leony memberdayakan ibu- ibu rumah tangga menghasilkan uang. Agar bisa meraih hati masyarakat, dia langsung mendekati orang- orang yang dituakan, serta mengikuti majelis taklim untuk memperkenalkan dirinya.

Untuk mengurangi kesalahan, maka Leony menetapkan SPK atau Standar Prosedur Kesalahan. Yang mana salah satu bunyi pasalnya adalah mengganti Rp.400 ribu jika ada baju rusak. Tentu ini memberatkan hingga beberapa yang sudah ikut pelatihan memilih mundur, mereka keberatan dengan beberapa isi SPK.

Namun, lambat laun, Leony bisa meyakinkan para ibu ibu bahwa ini penting. Juga sebagai pemberi sebuah semangat buat pegawai agar teliti dan disiplin. Dia mengangkat satu kordinator di setiap kelompok kerja. Jadi penilaian akan dilihat beredasarkan kelompok kerja.
BACA JUGA : Hamdi Admin Garage, Sukses Bisnis Lampu Kendaraan

Sampai saat ini, Azka Collection mempekerjakan 700 tenaga kerja dengan 600 agen, tersebar seluruh penjuru Indonesia. Dia juga mampu menembus ke pasar Malaysian dan Singapura. CV. Azka Syahrani memproduksi 2000 potong dengan omzet perbulannya ratusan juta. Semua berkat manajeman berkualitas yang telah dia terapkannya.

Tahun 2007 dia memakai ISO 9001:2000. Sebelum produk dijual, disetor dulu ke kordinator, kemudian diperika lagi quality control. Jika tidak sesuai standar dipulangkan diperbaiki dulu. Tenaga sulam akan dibayar sesuai jumlah produktifitas pegawai. Bisa dibawa pulang ke rumah masing- masing kalau nanti diperlukan.

Kedepan dia akan meningkatkan produksi sampai 30.000 potong. Berkat kerja keras ini dia meraih banyak penghargaan seperti juara 1 Young Entrepreneur Award dari Bisnis Indonesia 2009, terakhir dapat penghargaan dari UKM Mandiri dari Yayasan Bakti Dharma Bakti Astra.
Advertisement

Trending juga:

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

No comments